Dengan sesosok manusia mengikuti
Entah mengapa senang di hati
Mungkin dialah sang tambatan hati
Permadani melayang melawan aliran
Tak kuasa senang tertahan
Terbang bersama sang pujaan
Hilang,, tiba-tiba hilang
Lenyap.. menjelma gelap
Ku buka pintu mataku
Ku mencoba ingat sesuatu
Sesuatu indah nan tidak nyata
Ironis.. itu mimpi.. hanya mimpi
Kembali terlelap dalam gelap
Lagi berjumpa sesosok manusia
Sesosok manusia yang pernah ku jumpa
Dia.. pembawa bahagia
Namun fragmen kedua ini berbeda
Bukan cerita bahagia.. bukan
Sesosok manusia pembawa bahagia itu..
Dia hadir bersama sandingannya
Seorang perempuan jelita
Sayang, mereka berbeda
Dari jarak kupandang mereka
Canda, tawa, dan cinta buta
Romantis memang, tapi ironis
Sama ironis dengan cuaca kalbuku
Mendung, hujan, serta petir..
Mereka lenyap ditelan gelap
Hilang.. semakin hilang..
Kupandang langit-langit
Ya.. aku terbangun..
Mencoba mengingat lagi mencari
Mencari jejak maya..semu
jejak drama mimpiku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar