Senin, 27 Januari 2014

Jejak Drama Mimpiku (Puisi)

Bersila kaki di sehelai permadani
Dengan sesosok manusia mengikuti
Entah mengapa senang di hati
Mungkin dialah sang tambatan hati

Permadani melayang melawan aliran
Tak kuasa senang tertahan
Terbang bersama sang pujaan

Hilang,, tiba-tiba hilang
Lenyap.. menjelma gelap

Ku buka pintu mataku
Ku mencoba ingat sesuatu
Sesuatu indah nan tidak nyata
Ironis.. itu mimpi.. hanya mimpi

Kembali terlelap dalam gelap
Lagi berjumpa sesosok manusia
Sesosok manusia yang pernah ku jumpa
Dia.. pembawa bahagia

Namun fragmen kedua ini berbeda
Bukan cerita bahagia.. bukan

Sesosok manusia pembawa bahagia itu..
Dia hadir bersama sandingannya
Seorang perempuan jelita
Sayang, mereka berbeda

Dari jarak kupandang mereka
Canda, tawa, dan cinta buta
Romantis memang, tapi ironis
Sama ironis dengan cuaca kalbuku 
Mendung, hujan, serta petir..

Mereka lenyap ditelan gelap
Hilang.. semakin hilang..

Kupandang langit-langit
Ya.. aku terbangun..
Mencoba mengingat lagi mencari
Mencari jejak maya..semu 
jejak drama mimpiku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar